Meningkatkan Produktivitas Industri Perkebunan Dan Pengolahan Kelapa Sawit Dengan IT

Fakta Industri Kelapa Sawit

Ketika ditanya penyebab rendahnya perhatian perusahaan kelapa sawit terhadap pemanfaatan IT di lingkungan perusahaan mereka, Rahardjo D.H Yulianto, Project Manager PT IFS Solutions Indonesia, yang berhasil ditemui Premium Connection di kantornya menjelaskan bahwa kebanyakan perusahaan tersebut masih terlena dengan luasnya lahan garapan mereka serta kebun yang masih berproduksi.

Lebih lanjut Rahardjo mengatakan bahwa harga komoditas kelapa sawit sangat ditentukan oleh kebutuhan pasar kebijakan pemerintah. Perusahaan sama sekali tidak dapat mengontrol harga, demikian pula dengan suplai kelapa sawit karena hasilnya sangat bergantung pada kondisi alam yang sulit untuk diprediksi. Dengan kata lain, terdapat beberapa faktor dalam proses produksi dan penentuan harga yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya oleh perusahaan.

Saat ini, terang Rahardjo, harga kelapa sawit sedang tinggi karena selain dibutuhkan untuk industri pangan dan kimia, sekarang muncul euforia untuk menggunakan CPO sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi, khususnya di negara-negara Eropa. Sedangkan suplai CPO dunia ditentukan oleh Indonesia, sebagai produsen CPO terbesar di dunia, dan Malaysia di urutan kedua.

Hal ini dikuatkan oleh Yudi Dermawan, Ketua Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan, Politeknik Kelapa Sawit, Citra Widya Edukasi yang juga ditemui Premium Connection di kantornya. Menurut Yudi, booming permintaan minyak kelapa sawit di negara-negara Eropa, selain sebagai bahan bakar alternatif, juga dipicu oleh hasil penemuan pada 2005 yang mengungkapkan bahwa minyak goreng dari kelapa sawit merupakan minyak goreng yang tersehat. Kandungan senyawa kimia alaminya mampu meluruhkan kolesterol yang tersimpan di dalam tubuh manusia.

Belakangan ini banyak pengusaha atau perusahaan dari berbagai sektor mengembangkan bisnisnya ke bidang perkebunan kelapa sawit. Sampoerna, Gudang Garam, Bentoel, dan Gobel adalah sebagian kecil perusahaan besar yang mulai berkecimpung di kelapa sawit. Bahkan beberapa perkebunan di luar kelapa sawit mulai mengkonversikan lahannya menjadi perkebunan kelapa sawit.

Tingginya permintaan CPO dunia dan antusiasme para investor belum mendapatkan respons yang seimbang. Industri CPO di Indonesia masih bertumbuh secara horizontal. Artinya, peruahaan-perusahaan memperbanyak lahan, memperluas dan mengakuisisi kebun dan sebagainya. Seperti yang kita ketahui, pada titik tertentu pertumbuhan lahan akan terhenti, baik secara fisik maupun kualitas.

ERP untuk Industri Kelapa Sawit

Selain harga yang ditentukan sepenuhnya oleh pasar serta kebijakan pemerintah, karakteristik lainnya dari industri CPO adalah padat modal. Perusahaan harus mempersiapkan investasi untuk tiga tahun pertama, ketika perkebunan belum berproduksi. Jika investasi terhenti di tahun kedua, misalnya, maka semua modal yang telah ditanamkan akan hilang.

Di luar faktor-faktor di atas, terdapat beberapa faktor yang dapat dikontrol oleh perusahaan, yakni biaya langsung dan tidak langsung, efisiensi, dan produktivitas. Selama ini, banyak industri kelapa sawit yang masih menerapkan manajemen tradisional.

Masalah-masalah kecil yang berdampak besar bagi perusahaan pun kerap terjadi, misalnya pihak manajemen yang melakukan transaksi penjualan tanpa mengetahui persis jumlah CPO yang tersedia di pabrik mereka. Belum lagi kebocoran yang terjadi di lapangan tidak dapat terkontrol oleh pihak manajemen. “Tanpa pengawasan yang terintegrasi, losses di lapangan bisa mencapai 8%,” tegas Yudi.

Solusi dari permasalah ini adalah menerapkan ERP yang memantau setiap proses bisnis yang berlangsung di industri kelapa sawit dari hulu ke hilir, Dengan aplikasi ini, perusahaan dapat mengintegrasikan dan mengontrol setiap proses bisnis yang berlangsung, mulai dari perkebunan, pabrik pangolahan, kantor cabang, dan kantor pusat. Perusahaan juga dapat menghitung setiap aktivitas yang dilakukan, membandingkan kondisi sebelum dan keadaan sesudah sebuah aktivitas dilaksanakan.

Dari sisi logistik, untuk menekan biaya, perusahaan dapat melakukan sentralisasi pembelian bibit, pupuk, pestisida, dan sebagainya, serta mengatur keluar masuk barang sesuai dengan wilayah yang membutuhkannya. Perusahaan juga mampu menghitung setiap biaya dan anggaran yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas, mengontrol transaksi dari beberapa perkebunan dan perusahaan, mempersingkat financial close-cycle, serta pajak.

Tantangan Penerapan ERP

Tantangan terbesar penerapan ERP di industri-industri kelapa sawit di Indonesia terletak pada “kesadaran” pelaku industri ini bahwa mereka membutuhkan peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam setiap proses bisnis yang berlangsung.

Sebagai perbandinga, di Malaysia semua industri kelapa sawit telah memanfaatkan IT. Mereka mendapat sokongan penuh dari pemerintah Malaysia yang membangunkan infrastruktur komunikasi di wilayah-wilayah perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. “Walaupun dari luas areal lahan dan produksi CPO Indonesia melampaui Malaysia, namun dari segi keuntungan, Malaysia masih jauh di atas Indonesia,” kata Yudi.

Perusahaan juga harus mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk menunjang aplikasi ini. Perangkat yang paling kritikal, selain penyiapan SDM yang melek IT, adalah jaringan komunikasi data. VSAT merupakan solusi jaringan komunikasi data bagi lokasi perkebunan dan kantor cabang yang biasanya terletak jauh dari kota dan belum terjangkau jaringan komunikasi terrestrial.

Selain memanfaatkan VSAT sebagai pendukung aplikasi ERP, perkebunan dapat menggunakannya untuk percakapan VoIP, videoconference, video surveillance, dan lain-lain. Sementara itu, untuk site-site yang hanya menggunakan aplikasi transaksional, yang tidak membutuhkan bandwidth yang besar, dapat menggunakan jaringan VPN Ezy dengan berbagai pilihan akses yang tersedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: